Kembali ke Portofolio
Pemrograman Web
Published on: 11 Mei 2026

Laporan Praktikum 6: Konfigurasi Laravel

Pendahuluan

Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai penggunaan Laravel sebagai salah satu framework PHP paling populer yang berbasis arsitektur Model-View-Controller (MVC). Melalui serangkaian tahapan mulai dari instalasi perangkat pendukung hingga pembuatan proyek baru, praktikan diharapkan mampu menguasai struktur dasar serta alur kerja pengembangan aplikasi web modern yang efisien dan terorganisir. Penggunaan alat bantu seperti Composer, Node.js, dan Git dalam praktikum ini juga menekankan pada standar industri dalam mengelola dependensi dan kontrol versi pada lingkungan pengembangan Laravel.

Repository Github
Eloquent ORM (Object-Relational Mapping): Memudahkan interaksi dengan database menggunakan sintaks PHP yang intuitif. Anda dapat mendefinisikan model untuk setiap tabel database dan melakukan operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan mudah. Eloquent juga mendukung relasi antar tabel (one-to-one, one-to-many, many-to-many).
Blade Templating Engine: Sistem templating yang sederhana namun powerful, memungkinkan Anda menggunakan sintaks PHP dalam template HTML dengan cara yang bersih dan aman. Blade menyediakan direktif-direktif seperti @if, @foreach, @extends, @yield, dan komponen untuk membuat tampilan dinamis.
Artisan Console: Command-line interface (CLI) yang disertakan dengan Laravel. Artisan menyediakan banyak perintah berguna untuk otomatisasi tugas-tugas umum seperti membuat model, migration, controller, seeder, menjalankan pengujian, membersihkan cache, dan banyak lagi.
Routing: Sistem perutean yang fleksibel memungkinkan Anda mendefinisikan URL aplikasi Anda dan mengaitkannya dengan controller atau closure functions. Laravel mendukung berbagai jenis rute dan middleware untuk mengontrol akses.
Middleware: Mekanisme untuk memfilter HTTP request yang masuk ke aplikasi Anda. Middleware dapat digunakan untuk autentikasi, logging, validasi, dan tugas-tugas lain sebelum atau sesudah request ditangani oleh aplikasi.
Form Request Validation: Memudahkan proses validasi data yang dikirim melalui form. Anda dapat membuat kelas Form Request khusus dengan aturan validasi yang jelas dan Laravel akan secara otomatis menangani proses validasi dan menampilkan pesan kesalahan.
Security: Laravel dibangun dengan mempertimbangkan keamanan. Beberapa fitur keamanan bawaan meliputi proteksi terhadap CSRF (Cross-Site Request Forgery), XSS (Cross-Site Scripting), dan SQL injection.
Authentication & Authorization: Menyediakan sistem otentikasi (login, registrasi, lupa kata sandi) dan otorisasi (hak akses pengguna) yang mudah diimplementasikan. Laravel Breeze dan Jetstream menyediakan scaffolding UI untuk fitur-fitur ini.
Testing: Dukungan bawaan untuk berbagai jenis pengujian, termasuk unit testing, integration testing, dan end-to-end testing. Laravel menyediakan helper functions dan assertion methods untuk memudahkan penulisan tes.
Queues: Sistem antrian yang memungkinkan Anda menunda tugas-tugas yang memakan waktu (seperti pengiriman email atau pemrosesan data) dan menjalankannya di latar belakang. Ini meningkatkan responsivitas aplikasi Anda.
Caching: Mendukung berbagai sistem caching (seperti Redis, Memcached, file) untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan data yang sering diakses dalam memori.
Events & Listeners: Implementasi dari pola Observer, memungkinkan Anda membuat event dan listener untuk menjalankan kode tertentu ketika event tersebut terjadi dalam aplikasi Anda.
Notifications: Memudahkan pengiriman notifikasi ke berbagai saluran, seperti email, SMS, database, atau layanan pihak ketiga.
Broadcasting: Memungkinkan Anda melakukan siaran event secara real-time melalui WebSockets. Ini berguna untuk fitur seperti live chat atau notifikasi real-time.
Task Scheduling: Memungkinkan Anda menjadwalkan tugas-tugas cron menggunakan sintaks yang ekspresif dalam kode PHP Anda.
Passport (OAuth2 Server): Paket resmi untuk mengimplementasikan otentikasi OAuth2, memungkinkan aplikasi Anda menjadi penyedia otentikasi untuk aplikasi lain.
Sanctum (API Authentication): Paket ringan untuk mengimplementasikan sistem otentikasi berbasis token untuk Single-Page Applications (SPAs), mobile applications, dan simple APIs.
Socialite (Social Authentication): Memudahkan integrasi otentikasi dengan berbagai penyedia layanan OAuth seperti Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.
Notifications: Memudahkan pengiriman notifikasi ke berbagai saluran, seperti email, SMS, database, atau layanan pihak ketiga.
Filesystem: Abstraksi untuk berinteraksi dengan berbagai sistem penyimpanan file, baik lokal maupun cloud (seperti Amazon S3 atau Google Cloud Storage).
Mail: Memudahkan pengiriman email dengan dukungan untuk berbagai driver seperti SMTP, Mailgun, dan Amazon SES.
Pusher (Realtime Services): Integrasi mudah dengan layanan Pusher untuk menambahkan fitur realtime ke aplikasi Anda.
Localization: Memudahkan pembuatan aplikasi multibahasa dengan fitur untuk mengelola terjemahan.
Packages: Ekosistem paket yang kaya dan berkembang pesat melalui Composer, memungkinkan Anda dengan mudah menambahkan fungsionalitas tambahan ke aplikasi Anda.

Langkah Kerja

1. Instalasi dan Konfigurasi

Pertama, kita harus memastikan alat-alat yang dibutuhkan sudah terinstall di komputer kita. Mulai dari PHP, XAMPP/Laragon, Composer, Git, Node JS, dan NPM.

ss1 ss2 ss3
2. Membuat Project Laravel

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat project laravel, pertama kita harus download installer laravelnya terlebih dahulu, agar kedepannya tinggal create project saja, dengan cara composer global require laravel/installer. Nah jika installer laravelnya telah terdownload, untuk kedepannya kita dapat langsung create project laravel baru saja, ada 2 cara juga, yaitu laravel new nama-project atau composer create-project laravel/laravel=^versi-yg-akan-diinstall nama-project --prefer-dist. Disini aku menggunakan code create project yang pertama.

ss4

Lalu biarkan saja prosesnya berjalan, akan ada beberapa pertanyaan, jawablah sesuai kebutuhan, seperti pertanyaan mengenai database, dan lainnya. Jika sudah, akan terlihat output seperti ini:

ss5 ss6

Setelah project baru sudah terbentuk, kita akan diminta untuk change directory ke folder project baru tersebut, gunakan perintah cd nama-project lalu kita jalankan command npm install && npm run build dan selanjutnya composer run dev / npm run dev ini berfungsi agar project kita selalu di refresh oleh sistemnya saat proses development.

ss7 ss8 ss9

Terakhir kita jalankan perintah php artisan serve untuk menjalankan project laravelnya. Nanti terminal akan memberi output halaman localhost tempat project kita berjalan.

ss10

Jika tampilannya seperti ini, artinya project Laravel kita sudah berjalan dengan normal.

ss11

Selanjutnya kita akan mencoba print hello world. Disini saya melakukannya dengan membuat route baru mengarah ke /hello.

ss12 ss13
3. MVC Laravel
ss16

Model php artisan make: model sebuah-model. Berfungsi untuk mengakses dan mengelola data atau database seperti query ke database, insert, update, delete dan lain-lain.

ss14

View. Berfungsi sebagai tampilan atau interface aplikasi, untuk menampilkan data yang didapatkan dari suatu model melalui controller.

Controller. Berfungsi untuk menangani request dan response, menerima request dan memproses request kemudian mengembalikannya dalam bentuk data atau view dari suatu model.

ss15